klik dulu videonya biar ga sepi
Assalamualaikum Wr. Wb.
Jakarta, 10/10/2020,- Hi, kenalin nama
saya Sarah Zaviera biasa dipanggil Sarah. Saya lahir di Jakarta tepatnya pada
tanggal 18 September 2002. Saya memiliki satu orang adik laki-laki dan ya, saya
adalah anak pertama dari dua bersaudara. Sekarang ini saya tengah menempuh
pendidikan di Univeristas Brawijaya program studi Bioteknologi.
Melalui motivation ini, saya ingin mengekspresikan
beberapa hal yang bisa membuat saya sampai dititik ini, dimana harapan saya
kalian dapat mengambil makna yang saya alami. Saya merupakan salah satu anak
yang sedari kecil kurang mendapat perhatian dari orang tua saya. Ayah saya
pergi saat saya kecil dan ibu saya harus bekerja untuk menghidupi kehidupan
kami. Namun, karena keterbatasan ekonomi akhirnya saya pun tinggal bersama
nenek saya.
Pada saat saya Sekolah Dasar, ibu saya memutuskan
untuk menikah (lagi) dan membangun keluarga baru bersama ayah yang baru. Jujur,
saya kurang bisa menerima kenyataan karena ayah yang baru ini selalu membuat
tekanan dan kurnag nyaman. Akhirnya, setelah beberapa tahun menikah ibu saya
pun bercerai untuk kedua kalinya.
Sebenarnya terlihat mudah menghadapi masalah
seperti yang saya ceritakan. Namun, semakin saya bertumbuh dewasa, saya tidak
merasakan adanya perubahan yang signifikan di hidup saya. Saya masih struggling
dengan inner child yang sangat mengganggu untuk kehidupan saya. Khususnya
saat tengah berada di publik. Saya jadi susah mempercayai orang lain, cenderung
cuek, dan takut kehilangan. Semakin saya bertumbuh dewasa saya makin menyadari
bahwa kehilangan adalah sesuatu yang pasti terjadi. Semua orang akan menghilang
dan pergi untuk selamanya. Entah itu adalah orang yang penting di hidupmu maupun
hanya orang yang kamu sukai dan gemari. Tapi efek dari kehilangan inilah yang
susah untuk dipungkiri.
Yang namanya hidup, masalah itu pasti ada. Tidak
peduli kapanpun dimanapun kamu berada hadapilah dengan tenang dan bersabar. Kita
tidak perlu takut dan khawatir karena Tuhan sudah mengatur jalan kita
masing-masing. Kita tidak perlu ragu untuk melangkah dan be the better version
of yourself. Semua orang akan kehilangan, semua orang akan pergi, dan
berpikirlah realistis bahwa tidak selamanya semua hal yang kita inginkan akan kita
dapatkan. Sedih, marah, kecewa itu hal yang pasti akan terjadi. Namun, apakah
kita mau terjebak di kesedihan dan amarah itu? Daripada hanya memikirkan hal
yang sudah terjadi lebih baik berpikir kedepan. Ingat, kita sudah memiliki
jalannya masing-masing. Bukan berarti kita tidak mendapatkan hal yang kita
inginkan itu akan merugikan kita. Bisa jadi kita akan mendapatkan hal yang jauh
lebih dari yang kita inginkan.
Demikian motivation yang ingin saya ceritakan
harapan saya dapat dijadikan sebagai pengalaman dan motivasi kalian agar tetap
mensyukuri kehidupan yang diberikan Tuhan dan cobalah menghargai apa yang sudah
dicapai agar tak mudah putus asa. Jangan juga menyesali sesuatu yang sudah
terjadi. Teruslah berpikir kedepan dan bersyukur kepada Tuhan. Apapun yang
terjadi, apapun yang melanda kita, dan apapun yang tengah kita hadapi saat ini
jadikan itu sebagai motivasi untuk menjadi diri kita yang lebih baik. Jangan takut
untuk melangkah dan teruslah berusaha serta berbuat baik kepada semua orang. Satu
lagi, saya ingin menambahkan quotes yang selalu saya gunakan dan ingat
setiap harinya. “you reap what you sow.”
Wassalamualaikum Wr. Wb.