Mental
Health atau kesehatan merupakan salah satu hal yang sering dianggap remeh oleh kebanyakan
orang. Padahal, kesehatan mental sendiri merupakan salah satu hal penting yang
wajib diketahui oleh semua orang. Apalagi pada generasi Z. Stres yang dialami banyak orang dalam generasi Z
disebabkan oleh beberapa hal. Peningkatan angka bunuh diri, peningkatan laporan
terhadap kasus kekerasan dan pelecehan seksual, hingga pemanasan global dan
perubahan iklim adalah beberapa faktor pemicu stres generasi Z. Isu-isu
tersebut bisa menjadi persoalan tersendiri bagi individu-individu dalam
generasi Z akibat tingginya aksesibilitas informasi bagi generasi Z.
Sebuah survey tentang penggunaan media dilakukan kepada 2000
orang generasi Z usia 8-18 tahun. The Rideout, Foehr, and Roberts untuk Kaiser
Family Foundation (2010) melaporkan bahwa dalam sehari, generasi Z menghabiskan
hampir 8 jam untuk beraktivitas dengan perangkat multimedia elektronik. Setelah
tekanan kehidupan, generasi Z juga merasakan stres akibat informasi-informasi
tak terbendung yang beredar di sekitarnya. Banyaknya jumlah media massa yang
berbasis internet atau media daring membuat generasi Z semakin dekat dengan
informasi dari seluruh dunia. Perilaku menekan, mempermalukan, mengancam
dan melecehkan seseorang melalui pesan di internet dan medsos disebut dengan
perundungan siber (cyberbullying). Generasi Z adalah generasi yang sering berhadapan dengan
perundungan siber (cyberbullying), baik sebagai korban maupun sebagai pelaku (Steyer, 2012).
Menurut Halodoc, mental health bisa dicegah dengan cara
melakukan aktivitas fisik, memelihara pikiran yang positif, menjaga hubungan baik dengan orang lain, dan
menjaga kebutuhan tdur atau istirahat. Jika kalian mengidap penyakit mental seperti
depresi, bipolar, dsb kalian bisa menemui profesional seperti psikiater. Jika kalian
merasa membutuhkan konsultasi, cobalah untuk ke psikolog atau bisa juga dengan
via online menggunakan aplikasi Riliv.

Komentar
Posting Komentar